brumm brumm

Posted on April 7, 2009 by rerahahaha.
Categories: Uncategorized.

berawal dari dipecatnya supir gue, jadilah gue jarus belajar nyetir sendiri yang notabene itu sangat mendebarkaan.

tapi nyokap uda ga peduli, pokoknya gue harus belajar nyetir, jadilah gue keliling2 nyetir. hmm

di mobil,

nyok : “jadi pertama stater mobilnya, terus sekarang teken remnya”

gue : “terus?”

nyok : “pindahin giginya, ke yang D”

gue : “yang D ya, yang D, hmmm..”

nyok : “inget aja kak, D = Depan! inget kak..”

gue : melirik nyokap, krik, aaahh nyokap gue sudah mengajarkan gue teori bodoh

 

mobil uda mulai jalan pelan-pelan..

pas ada tanjakan,

Nyok : “kaka jangan di gas kak! jangan di gas, pelan2, JANGAN DI GASS!!”

gue : “Mah ini tanjakan, MANA BISA MAJU KALO GA DI GAAAASSS???”

gue garuk2 kepala gemes ama nih nyokap.

 

gue uda mulai menyetir dengan tenang, tiba-tiba mobil masih agak jauh dr gue ngerem,

Nyok : “kaka rem kak, REM! itu mobil berhenti!”

gue : “ya ampun mah, ITU MASIH JAUH, lagian itu juga uda jalan lagiiiii! grrr”

gemes pengen gue cubit deh nih nyokaaap!

 

pas malem2 lewat depan atrium,

nyok : “kak kamu kurang ke kanan, jangan terlalu ke kiri!”

gue : “hah masak sih?”

nyok : “iya, ini tuh dua jalur kaak”

gue pelan2 pindah ke jalur kanan, tiba2  GRODOK.. GRODOK..

gue : “apaan tuh mah???”

nyokap : “iya apaan tuh kak!”

dan ternyata SETENGAH MOBIL GUE MASUK JALUR BUSWAAAAYY!!

aaaaarrrrgghh

 

 

uddaaaah, cukup gue nyetir, CUKUUP!

sadness has no season

Posted on by rerahahaha.
Categories: Uncategorized.

aku menatap wajah gadis itu lekat-lekat, mencari dimana kesempurnaan perempuan itu. walaupun aku sadar, tanpa dicaripun kesempurnaan sudah terpampang dengan jelas. keindahan parasnya, kebaikan hatinya, kesempurnaan agamanya.

masih kulihat ia disana asik bercanda dengan seorang lelaki, asik tertawa dan mengobrol. tawanya yang renyah dan senyumnya yang manis membuatku yakin lelaki itu pasti jatuh cinta padanya. ya seorang lelaki yang dikenal orang sebaga pacarku. yang seharusnya berada disampingku. yang seharusnya bercanda bersamaku.

aku menghela nafas panjang, ya tak ada yang bisa aku lakukan, mereka tak salah. mereka hanya teman, ya teman adalah tempat seorang berbagi suka dan duka. melihat mereka yang asik bercanda, aku yang duduk tak jauh dari mereka tiba-tiba meneteskan air mata.  seharusnya tak ada yang sadar, kutundukkan kepalaku, manahan rasa cemburu yang sedari tadi bergelora dan membakar hatiku. ingin rasanya kuhancurkan mereka.

tiba-tiba seorang lelaki duduk dibelakangku, dia teman baik lelaki itu, lelaki yang seharusnya adalah pacarku. dia berpindah duduk disampingku, ia terheran melihatku menangis. ia panik dan langsung memanggil lelaki itu, ya lelaki yang kata orang adalah pacarku.

dengan cepat dia menggantikan tempat temannya disampingku, dia menatap wajahku yang masih aku tundukkan, tak ingin ada yang melihat. dia merangkul bahuku, tanpa bertanya suatu apapun. aku benci saat ini, aku benci cara dia menenangkanku setelah dia membakar hatiku. aku benci dia tahu cara menenangkanku!

aku berhenti terisak, dia membelai rambutku dan menyingkirkan rambut yang menutupi mukaku, topeng menutupi hancurnya jiwa ini. tersenyum seindah malaikat dan semanis madu. senyum yang selama hampir setahun ini mengindahkan hari-hari ku, mengisi hatiku. dengan suara selambut sutranya dia bertanya padaku.

“kenapa menangis bidadariku?”

aku berhenti menangis, aku bersihkan air mataku dan menarik ribuan otot di mukaku untuk tersenyum.

“gak apa-apa kok sayang” aku berusaha senyum sebaik mungkin, menunjukkan ketegaran seorang wanita.

“gak mungkin lah, kamu mau boongin aku? aku tuh tahu kamu..” di memencet hidungku gemas dan tersenyum. “ada apa sih?”

“haha, iya iya aku tau, tapi aku gak apa-apa kok.”