sadness has no season
aku menatap wajah gadis itu lekat-lekat, mencari dimana kesempurnaan perempuan itu. walaupun aku sadar, tanpa dicaripun kesempurnaan sudah terpampang dengan jelas. keindahan parasnya, kebaikan hatinya, kesempurnaan agamanya.
masih kulihat ia disana asik bercanda dengan seorang lelaki, asik tertawa dan mengobrol. tawanya yang renyah dan senyumnya yang manis membuatku yakin lelaki itu pasti jatuh cinta padanya. ya seorang lelaki yang dikenal orang sebaga pacarku. yang seharusnya berada disampingku. yang seharusnya bercanda bersamaku.
aku menghela nafas panjang, ya tak ada yang bisa aku lakukan, mereka tak salah. mereka hanya teman, ya teman adalah tempat seorang berbagi suka dan duka. melihat mereka yang asik bercanda, aku yang duduk tak jauh dari mereka tiba-tiba meneteskan air mata. seharusnya tak ada yang sadar, kutundukkan kepalaku, manahan rasa cemburu yang sedari tadi bergelora dan membakar hatiku. ingin rasanya kuhancurkan mereka.
tiba-tiba seorang lelaki duduk dibelakangku, dia teman baik lelaki itu, lelaki yang seharusnya adalah pacarku. dia berpindah duduk disampingku, ia terheran melihatku menangis. ia panik dan langsung memanggil lelaki itu, ya lelaki yang kata orang adalah pacarku.
dengan cepat dia menggantikan tempat temannya disampingku, dia menatap wajahku yang masih aku tundukkan, tak ingin ada yang melihat. dia merangkul bahuku, tanpa bertanya suatu apapun. aku benci saat ini, aku benci cara dia menenangkanku setelah dia membakar hatiku. aku benci dia tahu cara menenangkanku!
aku berhenti terisak, dia membelai rambutku dan menyingkirkan rambut yang menutupi mukaku, topeng menutupi hancurnya jiwa ini. tersenyum seindah malaikat dan semanis madu. senyum yang selama hampir setahun ini mengindahkan hari-hari ku, mengisi hatiku. dengan suara selambut sutranya dia bertanya padaku.
“kenapa menangis bidadariku?”
aku berhenti menangis, aku bersihkan air mataku dan menarik ribuan otot di mukaku untuk tersenyum.
“gak apa-apa kok sayang” aku berusaha senyum sebaik mungkin, menunjukkan ketegaran seorang wanita.
“gak mungkin lah, kamu mau boongin aku? aku tuh tahu kamu..” di memencet hidungku gemas dan tersenyum. “ada apa sih?”
“haha, iya iya aku tau, tapi aku gak apa-apa kok.”
no comments yet.
